Selasa, Desember 28, 2010

TENTANG DANANG



Nama : Ir. Danang Triratmoko, IAI
Tmp/Tgl Lahir : Pamekasan, 22 Mei 1961


Keinginan untuk mendirikan perusahaan sendiri dalam bidang Arsitektur ini sudah cukup lama, bahkan sudah merupakan cita-cita sejak kuliah. Lulus kuliah tahun 1984 di ITB jurusan Arsitektur termasuk yang tercepat diantara temen-teman seangkatannya. Dalam waktu 4,5 tahun kuliah diselesaikan dan langsung bekerja di perusahaan konsultan yang sedang berkembang menjadi besar . Memang sejak awal lulus kuliah tidak pernah terfikirkan untuk kuliah lagi me
ngingat orang tua adalah pensiunan pegawai negeri dan masih ada beberapa adik yang perlu dibiayai oleh orang tua baik yang masih kuliah (3 orang) & 1 orang yang terkecil sekolah di SD.

Latar belakang orang tua & system pendidikan di Indonesia ternyata mempengaruhi pola pikir seorang Danang. Bekerja dengan orang lain dengan ikhlas tidak terlalu memikirkan gaji, itu yang ada dibenak saya pada saat itu agar tidak menjadi beban orang tua lagi. Ternyata pengaruhnya sangat luar biasa, saya sangat dipercaya oleh perusahaan bahkan gaji saya yang semula hampir sama
dengan drafter ( Rp.250.000,-/bln ) dalam beberapa bulan sudah dinaikan beberapa kali. Banyak pengalaman pekerjaan yang didapat di masa ini, menangani bermacam-macam proyek mulai dari skala rumah tinggal sampai dengan bangunan kompleks bertingkat tinggi seperti hotel, kantor dan lain-lain. Kepercayaan inilah yang membuat saya tidak pernah berpikir lagi untuk membuat perusahaan sendiri dan terlebih lagi ada perasaan takut gagal yang selalu menghantui. Bahkan selama saya bekerja tidak pernah ada pekerjaan sampingan yang saya lakukan, seluruh waktu dan tenaga saya curahkan untuk kantor tempat saya bekerja.

Setelah 10 tahun bekerja mulailah berfikir bagaimana nasib seorang pekerja swasta di hari tua nanti. Dengan posisi di perusahaan yang sudah cukup tinggi, saya mulai mencari kegiatan diluar kantor untuk mencari income tambahan atau dana pensiun. Dalam kondisi pencarian tersebut saya ditawarkan oleh teman untuk ikut bisnis MLM… Memang cukup focus disitu bahkan hasilnya sudah mulai terlihat, tetapi saya termotivasi untuk tetap bekerja dengan baik di perusahaan maupun bisnis sampingan ini, sehingga posisi di perusahaan juga semakin tinggi.

Pada tahun 1997 krisis moneter terjadi, kondisi menjadi berantakan, perusahaan terpaksa ditutup sementara sehingga tidak bisa dihindari PHK besar-besaran terjadi. Pada saat seperti ini justru posisi saya di kantor sedang dalam posisi sentral sehingga harus bertangg
ung jawab dalam menangani proses PHK masal ini. Demontrasi karyawan harus dihadapi, penyelesaian dengan jalur hukum dan melalui Depnakerpun harus dilayani padahal pada saat itu Income berkurang, dan tentu saja pikiran bertambah. Untuk beberapa tahun penghasilan memang tidak menentu. Pasrah & selalu berikhtiar itulah yang saya lakukan, dan memang pada akhirnya Allah pula yang membantu saya dengan mendengarkan & mengabulkan doa-doa kami secara perlahan-lahan.


Pada saat itu kebetulan sekali di lingkungan rumah saya sedang merencanakan pembangunan Masjid dan secara tidak langsung saya terlibat bahkan ditunjuk sebagai penanggung jawab pembangunan. Kegiatan yang saya lakukan tanpa pamrih ini menghasilkan bangunan masjid yang cukup baik di lingkungan Bintaro sementara saya berhasil pula menekan biaya pembangunan sampai 30% dibawah rencana. Kegiatan ini sangat membantu saya dalam mengisi waktu luang yang cukup banyak dan semakin mendekatkan diri dengan Nya.. Saya sangat percaya bahwa kita selalu dalam lindunganNya sehingga saya selalu berpikir positif hingga pada akhirnya ada beberapa proyek pribadi yang datang, dilain pihak perusahaan tempat saya bekerja dulu mulai bangkit dan menarik saya kembali bergabung dengan kondisi bekerja part time.

Pada kondisi seperti inilah usaha sendiri mulai dirintis dengan proyek skala kecil-kecil kemudian pada saatnya dipercaya pula oleh rekan lama saya untuk mendisain & memanage pembangunan sebuah rumah mewah. Ternyata proyek ini bukan dijalankan dengan mudah, karena saya belum mendapatkan partner yang cocok sementara klien yang saya hadapi sangat teliti, temperamental yang pada akhirnya saya terpaksa mundur dari proyek ini dengan harus mengganti kerugian sekitar 150 juta rupiah. Semua kejadian ini ternyata merupakan pelajaran dari Allah swt. agar saya lebih teliti menangani proyek dan dibantu oleh team yang benar-benar dapat dikontrol dengan baik dan bertanggung jawab. Pada saat yang bersamaan dengan Kuasa dan atas kehendakNya saya mendapat beberapa pekerjaan yang cukup baik nilainya, sehingga biaya ganti rugi yang harus ditanggung perlahan lahan dapat terbayarkan dengan cicilan. Pada masa ini pula saya memutuskan untuk secara resmi mengundurkan diri dari perusahaan tempat saya bekerja sehingga dapat focus mengelola beberapa proyek yang sedang berjalan. Dimulai dengan kantor dirumah sampai kemudian berani menyewa sebuah rumah untuk kegiatan kantor sendiri agar lebih mandiri.

Proyek-proyek awal mula berdirinya kantor pribadi ini adalah proyek rumah tinggal baik hanya mendisain saja maupun menangani pembangunannya. Sebenarnya proyek rumah tinggal adalah dunia baru untuk saya, karena sewaktu bekerja di perusahaan terdahulu proyek-proyek yang ditangani selalu berskala besar dan bertingkat tinggi. Sentuhan pribadi sangat berperan dalan penanganan proyek Rumah Tinggal, dan komunikasi dengan pemilik menjadi lebih intens termasuk dihari-hari libur. Dengan berlajannya waktu rekan-rekan lama mulai muncul sehingga proyek-proyek perencanaan skala besarpun mulai dikerjakan kembali, tetapi proyek skala rumah tinggal baru atau renovasi tetap ditangani untuk menjaga keseimbangan dalam pengeloaannya.

Semakin keluar dari control orang lain ternyata membuat saya lebih terbuka dengan dunia luar, banyak hal baru yang didapat disana tidak hanya sekedar mendisain & membangun sebuah bangunan, tetapi peluang usaha lainpun mulai terlihat. Kehati-hatian tetap perlu dilakukan agar tidak terjadi kesalahan yang berat dikemudian hari.

Pelajaran hidup yang diperoleh selama proses kemandirian ini adalah kepekaan Indra kita yang harus selalu TELITI, HATI-HATI, TERTIB, PERHATIAN, WASPADA selain jiwa kita harus tetap TENANG, SABAR, SADAR, NRIMO, PASRAH/IKHLAS dalam menghadapi masalah.

Senin, Oktober 18, 2010

Halalbihalal 2010




Halalbihalal temen-teman jaman SD dulu yang sampai saat ini masih kontak terus. Seru juga kangen-kangenan. Sepuluh orang ada Nita, Elvie, Diah, Emmy ceweknya, sementara cowoknya ada Hendro, Kitoek, Wiwiek, Ato dan temen sepermainan dari SD lain Dudit & Arief, tapi ada teman kita yang gak datang dr Nunuk yang biasanya bawa cerita lucu-lucu soal kewanitaan.....
Karena cuma sepuluh orang dan tidak mau terlalu dibatasi waktu, makanya kita kumpul di Cafe kecil didepan rumah ibuku di Pasar Minggu, masih disekitar tempat tinggal kita dimasa kecil dulu. Beberapa kali berubah tanggal tapi akhirnya diadakan juga pada hari Kamis 7 oktober 2010.



Lain temen SD ada lagi acara Halalbihalal sekalian Reunian temen2 alumni Arsitek ITB semua angkatan. Ketua Alumni Hari dan sekjen Gajah serta panitia sukses bisa mengumpulkan 84 orang mulai dari angkatan 56 sampai yang paling muda angkatan 2004. Wah seru juga karena kita gak membedakan angkatan, suasana akrab dengan acara lounching buku Encona dan Cerita dari Budhe Ocie. Walau hujan deras dan sound system gak menunjang tapi suasana gak mengecewakan, semoga acara kumpul-kumpul alumni ini bisa berlangsung dengan baik dan semakin banyak angkatan yang terlibat.

Lebaran 2010 & Walimatusaffar


Lebaran 2010 seperti Idul Fitri tahun-tahun sebelumnya, saya dan keluarga setelah shalat Ied langsung meluncur ke Tanah Kusir nyekar ke Makam Mertua. Yang membedakan Lebaran tahun ini kami berdua sudah mendapat kepastian akan berangkat Haji di bulan November 2010. Sebelum bualan Ramadhan kami telah melakukan Manasik 3 kali dan akan disusul Manasik berikutnya setelah Lebaran. Insya Allah semua rencana ini dapat terlaksana dan kami dapat menjadi orang yang lebih baik.

Di masjid Assalam dilingkungan saya setiap tahun mengadakan acara pelepasan calon Haji. Tahun ini tercatat ada 6 pasangan suami istri warga Mandar yang akan berangkat.
Rejeki ini sebenarnya diluar dugaan karena secara logika tidak terbayang secepat ini terlaksana apalagi harus meninggalkan pekerjaan dalam waktu yang cukup lama. Tetapi ini semua terasa dimudahkan terasa ada yang mengatur sehingga niat ini dapat terwujud. Insya Allah.....Amin

Senin, September 13, 2010

Buka Puasa Bersama


Rumah makan Ikan Bakar Cianjur di jalan Cipete Raya dipilih sebagai tempat kami melakukan acara Buka Puasa Bersama dengan rekan-rekan sekantor & beberapa rekan dekat kami.

Pada bulan Ramadhan 1431H ini memang saatnya instropeksi diri dan bersyukur kepada Allah swt karena dalam 2 tahun terakhir ini terasa cukup banyak perubahan didalam pengembangan usaha saya. Saya diajak bergabung oleh rekan senior saya mas Didi Hariyadi IAI yang kemudian kami menamakan asosiasi ini menjadi DHDT architect.


Diawali dengan proyek-proyek Rusunami yang harus saya handle sementara mas Didi pergi menunaikan ibadah Haji tahun 2009. Saat ini secara bertahap mulai tampak proyek-proyek sejenis atau baru dibeberapa lokasi baik di Jakarta atau Luar kota. Insyaallah tahun ini saya dan istri saya mendapat giliran untuk berangkat ke tanah suci

18 tahun mbdeep


Anak keduaku yang cewek ini biasa dipanggil temannya dengan nama MBADEEP, aku gak tahu awal mulanya darimana tapi itu panggilan sejak dia sekolah di SMP al Azhar bintaro. Sekolah Menengah dilanjutkan di SMAN 6 Jakarta yang julukannya sekolah artis itu, tapi kok sering tawuran ya?

Lahir tanggal 30 Maret 1992 pada saat bulan ramadhan dan aku beri nama lengkap Dhevita Libna Ratmadhini. Libna itu asalnya dari kata Lubna yang artinya Harum, lainnya adalah kombinasi dari namaku dan istriku. Kata orang wajahnya mirip aku, he..he..beda dengan kakaknya yang lebih mirip ke ibunya. Tetapi kalau soal warna kulit keduanya ikut warna kulit bapaknya, walaupun ibunya juga gak putih-putih amat sih.

Foto ini diambil pada saat kami merayakan pesta ulang tahunnya yang ke 18 di Moscatly Bar, Lounge & Restaurant di Pondok Indah. Katanya seseorang bisa mulai dianggap dewasa setelah usia mencapai 18 tahun, sehingga dia minta diadakan pesta kecil di Resto rekan saya ini dengan mengundang teman-teman dekat se SMA & SMPnya. Kebetulan pada saat yang sama dia baru saja lulus SMA dan sedang mencari universitas yang sesuai dengan jurusan yang dia minati.

Setelah mengikuti test beberapa perguruan tinggi, akhirnya dia memilih kuliah di Universitas Parahiyangan - Bandung jurusan Bisnis Administrasi. Memang sejak awal dia ingin kuliah diluar kota, ingin mandiri katanya. Kota bandung yang dipilih karena cukup familiar dengan keluarga kami, selain aku juga pernah kuliah disana tetapi anak-anak memang sering aku ajak pergi ke bandung sambil mengontrol proyek disana.